Sejarah Asbes

Asbes telah digunakan selama lebih dari 2000 tahun. Nama asbes digunakan pertama kali oleh orang–orang Yunani kuno yang berarti “inextinguishable”. Bangsa Yunani Kuno juga telah mencatat mengenai pengaruh penggunaan asbes bagi kehidupan. Mereka mencurigai bahwa asbes yang digunakan dalam pakaian kerajaan ada hubungannya dengan penyakit paru–paru. Kemudian berkembanglah cerita bahwa serbuk asbes

dapat dihilangkan dengan melemparnya ke dalam api, sehingga asbes yang terdapat di dalam pakaian akan keluar dan pakaian yang dipercaya telah bebas dari asbes tersebut disebut ‘amiantus’ atau unpolluted. Lama kelamaan asbes jarang digunakan sampai pada awal abad ke-18, asbes kembali digunakan walaupun tidak begitu populer. Penggunaan asbes kemudian marak kembali sejalan dengan revolusi industri pada abad ke-19. Asbes mulai digunakan sebagai bahan penyekat pipa, turbin, pemanas, oven, pembuatan kapur dan produk tahan panas lainnya.

Observasi kuno mengenai resiko gangguan kesehatan akibat asbes telah dilupakan. Hingga pada akhir abad-20, riset membuktikan bahwa sebagian besar kematian dan masalah paru – paru berada di daerah penambangan asbes. Diagnosa pertama mengenai asbestosis dikemukakan pada tahun 1924 pada seorang wanita yang bekerja mengolah asbes sejak berusia 13 tahun. Wanita tersebut meninggal pada usia 33 tahun, dan seorang dokter berkebangsaan Inggris mendeterminasi penyebab kematiannya adalah karena asbes, penyakit ini kemudian disebut asbestosis. Selanjutnya penelitian mengenai asbestosis terus dikembangkan hingga saat ini (www.asbestosresource.com).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>