Kondisi Terakhir Jalur Pendakian Merapi

Merapi yang terletak di perbatasan DIY & Jateng ini memang bukan gunung tertinggi di pulau Jawa, tetapi Ia selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi pendaki. Gunung Merapi ini santer terdengar di media masa akibat letusannya (setiap 4 – 5 tahun sekali) dan letusan terakhir adalah 2010. Lalu bagaimana dengan kondisi jalur pendakian pasca letusan tersebut ya?

Mendaki menuju puncak Merapi bisa dilakukan dari beberapa jalur pendakian, Selo/ New Selo (utara), Babadan, Kaliurang (selatan) dan Klaten. Saya sendiri hanya pernah mencoba jalur Selo dan Kaliurang sehingga yang akan saya ceritakan adalah 2 jalur ini.

Semenjak letusan tahun 2006, jalur pendakian dari selatan (Kaliurang) atau rumah juru kunci Merapi alm. Mbah Marijan berubah menjadi jalur pendakian yang sangat sulit pasca letusan. Jalur yang masih bagus ditelusur hanya sampai di atas pos 2, setelah itu jalurnya rusak akibat endapan letusan gunungapi. Tetapi perlu saya akui karena lama tidak dipakai, jalur ini jadi terlihat bersih dan segar dibanding jalur lain.

Jalur Selo/ New Selo adalah favorit para pendaki, lokasinya relatif mudah dijangkau dengan jalur pendakian yang jelas. Jalur ini juga merupakan jalur favorit saya. Berikut adalah kondisi terakhir jalur pendakian Merapi pasca letusan 2010.

  • Jalur pendakian menjadi lebih berat akibat adanya penambahan material hasil erupsi terutama berupa abu vulkanik. Hal ini menyebabkan jalur pendakian mengalami penambahan endapan lepas2 setelah sebelumnya memang bukan berupa tanah padat. Abu vulkanik ini bahkan masih terlihat jelas menutupi sebagian lahan.
  • Setelah sekitar 1 jam pertama berjalan akan kita temui gapura bertuliskan ‘Welcome To Merapi Mount National Park Selamat Datang Taman Nasional Gunung Merapi’ dengan tiang hijau dan beratap asbes
  • Kondisi jalur pendakian dengan penambahan masa endapan lepas akan terus kita jumpai hingga lebih dari pos 1. Jadi berhati-hatilah bila mendaki saat hujan
  • Di beberapa tempat terdapat kesan ‘gundul’ entah mengapa vegetasi di Merapi jadi tidak setebal dulu terutama dapat dirasakan di pasar bubrah.
  • Merapi masih bisa dilaju lebih kurang 5 jam perjalanan (sampai puncak).  Dibutuhkan 3 – 3.5 jam menuju pasar bubrah (dari basecamp) dan 1.5jam menuru puncak (dari pasar bubrah)
  • Jalur terberat adalah dari pasar bubrah ke puncak Merapi yang kini sudah bukan Garuda lagi. bentukan puncak Merapi akan terlihat berbeda dibanding sebelum letusan 2010, jalur pendakian menuju puncak relatif rusak oleh material letusan terakhir, jadi lebih bahaya dan lama.
  • Dari pasar bubrah ke bibir kawah adalah berupa material lepas yang menyusahkan saat mendaki tapi menyenangkan saat turun. Dari bibir kawah ke puncak riil saat ini adalah berupa batuan dengan jurang di kanan kiri anda, jadi berhati-hati lah bila ingin benar-benar ke puncak.
  • Kawah Merapi benar2 berubah, terlihat terus tumbuh dan lebih besar, tulisan2 yang dibuat dari jejeran batu di dasar kawah lenyap.
  • Ada bendera merah putih berkibar di puncak tertinggi Merapi saat ini.
  • Sampai sekarang daerah sekitar pasar bubrah dan puncak Merapi adalah area yang menakjubkan untuk menikmati terbitnya matahari.
  • Sampai sekarang tidak ada air di jalur pendakian Merapi
  • Pendakian akan bertambah berat dan berbahaya bila dilakukan di musim hujan, jadi bagi para pendaki hendaknya memikirkan dan melakukan perencanan yang matang.

Demikian yang bisa saya ingat dari pendakian terakhir (Oktober 2012). Please guys remember safety first.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>